
TARAKAN – Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) yang melaksanakan Praktik Kerja Profesi (PKP) di Pengadilan Agama Tarakan, menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk "PA Goes to School: Merajut Masa Depan, Menikah Setelah Mapan" di SMA Negeri 2 Tarakan pada Rabu (07/10/2026). Program edukatif ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya kesiapan mental, fisik, serta finansial sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, sekaligus meminimalisasi angka pernikahan dini di kawasan Kalimantan Utara.
Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut, Hakim Pengadilan Agama Tarakan, Fatchiyah Ayu Novika, S.H.I. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa usia remaja merupakan masa keemasan untuk mengejar cita-cita dan membangun fondasi masa depan yang kokoh.
"Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan komitmen jangka panjang yang membutuhkan kesiapan matang di berbagai aspek. Melalui kampanye Menikah Setelah Mapan, kami ingin mendorong para pelajar untuk fokus menyelesaikan pendidikan, meraih karir, dan mematangkan mental terlebih dahulu," ujar Fatchiyah Ayu Novika.

Selain memaparkan batasan usia pernikahan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, Fatchiyah juga menjelaskan berbagai risiko sosial, kesehatan, hingga potensi konflik rumah tangga yang rentan terjadi akibat pernikahan di usia anak atau belum mapan.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif saat memasuki sesi tanya jawab. Para siswa SMA Negeri 2 Tarakan tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar peran lembaga peradilan agama, ketentuan hukum dispensasi nikah, hingga kriteria kemapanan ideal sebelum membangun rumah tangga.

Pihak sekolah menyambut positif serta, diharapkan melalui kegiatan PA Goes to School ini, para pelajar dapat menjadi agen perubahan yang cerdas dalam mengambil keputusan hidup dan berencana demi mewujudkan masa depan yang gemilang.

Tarakan, 5 Oktober 2026 — Pengadilan Agama Tarakan melaksanakan Presentasi Inovasi PERMATA (Pelayanan Responsif Mandiri Terintegrasi) kepada Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Utara (PTA Kaltara) secara daring melalui media Zoom.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Pengadilan Agama Tarakan untuk memaparkan inovasi PERMATA sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Inovasi tersebut dikembangkan dengan mengedepankan pelayanan yang responsif, mandiri, dan terintegrasi.
Dalam presentasi tersebut, disampaikan mengenai latar belakang, tujuan, mekanisme pelaksanaan, serta manfaat inovasi PERMATA dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan di Pengadilan Agama Tarakan.

Melalui inovasi PERMATA, Pengadilan Agama Tarakan terus berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, mudah, dan responsif sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan presentasi ini juga menjadi bagian dari upaya pengembangan dan evaluasi inovasi secara berkelanjutan.
Presentasi berlangsung secara daring dengan lancar dan diikuti oleh jajaran Pengadilan Agama Tarakan serta Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Utara.

TARAKAN – Pengadilan Agama (PA) Tarakan menggelar upacara bendera memperingati Hari Kesaktian Pancasila di halaman kantor PA Tarakan, Kamis (1/10/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan Ketua Pengadilan Agama Tarakan, Muhammad Nasir, S.H.I., M.H., bertindak sebagai Pembina Upacara.
Peringatan yang mengusung nilai-nilai kebangsaan ini diikuti oleh jajaran Hakim, Pejabat Struktural dan Fungsional, aparatur sipil negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pengadilan Agama Tarakan, serta Mahasiswa PKP dari Universitas Borneo Tarakan.
Rangkaian upacara antara lain mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang telah gugur. Acara kemudian diteruskan dengan pembacaan teks Pancasila oleh Pembina Upacara yang diikuti seluruh peserta, pembacaan Pembukaan UUD 1945, serta pembacaan Ikrar Peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Suasana khusyuk menyelimuti seluruh jalannya rangkaian upacara. Peringatan diakhiri dengan pembacaan doa bersama sebagai penutup kegiatan, dengan harapan negara Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan perlindungan.
Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini, Pengadilan Agama Tarakan berkomitmen untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, serta semangat persatuan dalam menjalankan tugas kelembagaan.

Tarakan, 29 September 2026 – Dalam rangka meningkatkan kualitas profesionalisme, pembinaan, serta pengawasan jajaran peradilan, seluruh jajaran pimpinan dan aparatur pengadilan menghadiri undangan Kegiatan Pembinaan Daerah yang diselenggarakan oleh Hakim Agung Pengawas dan Pembina Daerah secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Selasa (29/9/2026).
Kegiatan pembinaan yang berlangsung secara berjarak ini diikuti dengan khidmat dari ruang media center masing-masing satuan kerja. Fokus utama pembinaan mencakup penguatan integritas, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta evaluasi terhadap kinerja penanganan perkara dan tata kelola administrasi peradilan.

Dalam pengarahannya, Hakim Agung Pengawas dan Pembina Daerah menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai utama aparatur peradilan serta kedisiplinan dalam menjalankan tugas. Selain itu, ditegaskan pula komitmen bersama dalam mewujudkan badan peradilan yang modern, transparan, dan akuntabel berbasis teknologi informasi.
Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan seluruh jajaran di daerah dapat mengimplementasikan setiap arahan dan kebijakan yang disampaikan untuk mendorong terciptanya pelayanan hukum yang berkeadilan, cepat, dan responsif bagi masyarakat pencari keadilan.

Ketua Pengadilan Agama Tarakan, Muhammad Nasir, S.H.I., M.H., menghadiri undangan Lokakarya Kurikulum Program Studi Hukum Bisnis yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan (UBT). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Multimedia Fakultas Hukum UBT pada Kamis (24/09/2026).
Kegiatan lokakarya ini digelar sebagai langkah strategis akademis dalam menyusun, merevisi, dan memantapkan kurikulum Program Studi Hukum Bisnis agar tetap relevan dengan tuntutan zaman serta kebutuhan dunia kerja. Kehadiran unsur peradilan, khususnya Pengadilan Agama, dinilai sangat penting dalam memberikan masukan dari perspektif praktisi penegak hukum, terutama terkait perkembangan hukum ekonomi dan bisnis syariah di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PA Tarakan, Muhammad Nasir, S.H.I., M.H., menyampaikan apresiasi atas inisiatif Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan dalam merangkul lembaga peradilan. Beliau menekankan pentingnya penyelarasan antara teori hukum yang diajarkan di perguruan tinggi dengan praktik hukum yang terjadi di persidangan.